Tata Cara Koreksi Aritmatik Bagian 1 – Catatan Pengadaan Barang/Jasa
Wed. Jul 18th, 2018

Tata Cara Koreksi Aritmatik Bagian 1

Koreksi Aritmatik Pada Bagian Lumpsum

     Dari beberapa diskusi dengan teman-teman pokja di berbagai daerah masih terjadi perbedaan pemahaman tentang koreksi aritmatik. Artikel ini juga merupakan kelanjutan dari artikel Rumus Kontrak Lumpsum dan Harga Satuan yang menjadi top rating di blog http://samsulramli.wordpress.com.

     Dalam artikel Rumus Kontrak Lumpsum dan Harga Satuan
telah dibahas dua jenis kontrak berdasarkan sifatnya yaitu Lumpsum dan Harga Satuan. Pada dasarnya seluruh jenis kontrak terbagi dari dua sifat ini. Lumpsum mengikat pada total/jumlah sedangkan Harga Satuan mengikat kepada harga satuannya.

    Mengingatkan kembali definisi perjanjian dari sisi hukum yaitu suatu persetujuan antara dua orang atau lebih yang menimbulkan kewajiban untuk melakukan atau tidak melakukan tindakan secara sebagian. Dilakukan oleh pihak-pihak yang berkompeten dalam kesepakatan yang saling menguntungkan… dokumen tertulis yang berisi persetujuan dari para pihak, dengan syarat dan ketentuan sebagai bukti dari segala kewajiban. (Black’s Law Dictionary).

    Maka konsekwensi atas sifat kontrak ini adalah merupakan persetujuan atau persepakatan antara para pihak. Sehingga kekurangan dan kelebihan dari dipilihnya jenis kontrak berdasarkan sifat lumpsum dan harga satuan tidak dapat dijadikan dasar penentuan keuntungan atau kerugian antara para pihak.

    Untuk itu penting bagi khalayak umum khususnya para pelaksana pengadaan barang/jasa memahami kekurangan dan kelebihan dari jenis kontrak yang ditetapkan dan disetujui. Salah satunya dimensinya adalah kekurangan dan kelebihan pada proses koreksi aritmatik.

    Peraturan Kepala (Perka) LKPP nomor 14 tahun 2012 yang merupakan petunjuk teknis Perpres 70/2012 tentang Tentang Petunjuk Teknis Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 Sebagimana Diubah Terakhir Dengan Peraturan Presiden Nomor 70 Tahun 2012 Tentang Pengadaan Barang Dan Jasa Pemerintah, telah mengatur mekanisme Koreksi Aritmatik berdasarkan sifat dasar kontrak dan konsekwensi yang harus disepakati oleh para pihak.

    Koreksi Aritmatik merupakan tahap persiapan evaluasi terhadap kewajaran harga. Untuk satu sampul ketika harga penawaran sudah dapat diketahui pada tahap awal, koreksi aritmatik dilakukan sebelum evaluasi administrasi. Sedangkan untuk dua sampul dan dua tahap, koreksi aritmatik dilakukan sebelum evaluasi biaya/harga. Sehingga koreksi aritmatik bukan bagian dari evaluasi penawaran.

 Perka 14/2012 mengatur sebagai berikut :

  1. Sebelum evaluasi penawaran, untuk kontrak harga satuan atau kontrak gabungan harga satuan dan lump sum dilakukan koreksi aritmatik untuk dengan ketentuan:
    1. untuk Kontrak Harga Satuan atau Kontrak Gabungan Lump Sum dan Harga Satuan pada bagian Harga Satuan:
      1. volume dan/atau jenis pekerjaan yang tercantum dalam daftar kuantitas dan harga disesuaikan dengan yang tercantum dalam Dokumen Pemilihan;
      2. apabila terjadi kesalahan hasil perkalian antara volume dengan harga satuan pekerjaan, dilakukan pembetulan, dengan ketentuan harga satuan pekerjaan yang ditawarkan tidak boleh diubah;
      3. jenis pekerjaan yang tidak diberi harga satuan dianggap sudah termasuk dalam harga satuan pekerjaan yang lain dan harga satuan pada daftar kuantitas dan harga tetap dibiarkan kosong;
      4. jenis pekerjaan yang tidak tercantum dalam daftar kuantitas dan harga disesuaikan dengan jenis pekerjaan yang tercantum dalam Dokumen Pemilihan dan harga satuan pekerjaan dimaksud dianggap nol; dan
      5. hasil koreksi aritmatik pada bagian harga satuan dapat mengubah nilai total harga penawaran sehingga urutan peringkat dapat menjadi lebih tinggi atau lebih rendah dari urutan peringkat semula;
    2. untuk Kontrak Lump Sum atau Kontrak Gabungan Lump Sum dan Harga Satuan pada bagian Lump Sum:
      1. volume dan/atau jenis pekerjaan yang tercantum dalam daftar kuantitas dan harga (apabila ada) disesuaikan dengan yang tercantum dalam Dokumen Pemilihan;
      2. jenis pekerjaan yang tidak tercantum dalam daftar kuantitas dan harga (apabila ada) disesuaikan dengan jenis pekerjaan yang tercantum dalam Dokumen Pemilihan;
      3. hasil koreksi aritmatik pada bagian Lump Sum tidak boleh mengubah nilai total harga penawaran pada bagian Lump Sum
  2. Hasil koreksi aritmatik dapat mengubah nilai penawaran sehingga urutan peringkat dapat menjadi lebih tinggi atau lebih rendah dari urutan peringkat semula.
  3. Pelaksanaan evaluasi dilakukan Kelompok Kerja ULP terhadap 3 (tiga) penawaran terendah setelah koreksi aritmatik.
  4. Apabila setelah koreksi aritmatik terdapat kurang dari 3 (tiga) penawar yang menawar harga kurang dari HPS, proses pelelang tetap dilanjutkan dengan melakukan evaluasi penawaran.

Dari petunjuk tersebut dapat disusun sebuah ilustrasi sebagai berikut.


Lumpsum

    Kata kunci untuk Lumpsum adalah Total/Jumlah Harga Penawaran tidak boleh berubah. Sehingga komponen rumus kontrak seperti Item, Harga Satuan dan Jumlah/Total diikat. Sedangkan volume meski tidak diikat karena perubahannya akan mengakibatkan perubahan total/jumlah sehingga dilarang terjadi perubahan volume yang akan mengubah total kontrak.

Panduan Perka 14/2012 :

  1. volume dan/atau jenis pekerjaan yang tercantum dalam daftar kuantitas dan harga (apabila ada) disesuaikan dengan yang tercantum dalam Dokumen Pemilihan;
  2. jenis pekerjaan yang tidak tercantum dalam daftar kuantitas dan harga (apabila ada) disesuaikan dengan jenis pekerjaan yang tercantum dalam Dokumen Pemilihan;
  3. hasil koreksi aritmatik pada bagian Lump Sum tidak boleh mengubah nilai total harga penawaran pada bagian Lump Sum

Kondisi 1:

Untuk item A terdapat perbedaan volume Dokumen Pemilihan dengan Dokumen penawaran.

Item

V

HS

Jumlah

Item

V

HS

Jumlah

A

100

10.000

1.000.000

A

90

9.000

900.000

Langkah koreksi aritmatik yang dilakukan adalah :

  1. Item pekerjaan tidak perlu koreksi karena sudah sesuai.
  2. Dilakukan penyesuaian terhadap volume pada dokumen penawaran sesuai dengan volume pada dokumen pemilihan. Dari 90 menjadi 100.
  3. Perubahan volume ini tidak diikuti oleh perubahan Jumlah/Total, meskipun dari sisi matematis jika volume berubah semestinya jumlah berubah. Jumlah/Total tetap 0. Dengan kata lain ini bagian dari konsekwensi penyedia untuk tetap menyediakan 100 unit item B tanpa menuntut pembayaran (0) sesuai dengan sifat lumpsum yang disepakati dalam dokumen pemilihan.

Dokumen Penawaran setelah Koreksi Aritmatik adalah :

Item

V

HS

Jumlah

A

100

9.000

900.000

Kondisi 2:

Untuk item B terdapat perbedaan volume antara Dokumen Pemilihan dengan Dokumen penawaran. Dimana pada kolom volume penyedia tidak mengisikan volume (0) sedangkan daftar item dan harga satuan terisi. Item telah sesuai dengan dokumen pemilihan. Akibat kesalahan ini secara matematis jumlah harga penawaran menjadi (0).

Item

V

HS

Jumlah

Item

V

HS

Jumlah

B

50

20.000

1.000.000

B

0

19.000

0

Langkah koreksi aritmatik yang dilakukan adalah :

  1. Item pekerjaan tidak perlu koreksi karena sudah sesuai.
  2. Dilakukan penyesuaian terhadap volume pada dokumen penawaran sesuai dengan volume pada dokumen pemilihan. Dari 0 menjadi 50.
  3. Harga satuan penawaran tidak dilakukan perubahan.
  4. Perubahan volume ini tidak diikuti oleh perubahan Jumlah/Total, meskipun dari sisi matematis jika volume berubah maka jumlah berubah. Jumlah/Total penawaran tetap 0. Dengan kata lain konsekwensi penyedia untuk tetap menyediakan 100 unit item B tanpa menuntut pembayaran (0). Ini sesuai dengan sifat lumpsum yang disepakati dalam dokumen pemilihan

Dokumen Penawaran setelah Koreksi Aritmatik adalah :

Item

V

HS

Jumlah

B

50

19.000

0

Kondisi 3:

Untuk item C terdapat perbedaan antara
Dokumen Pemilihan dengan Dokumen penawaran. Dimana penyedia dalam daftar kuantitas tidak menawarkan item C sehingga item, volume, HS dan Jumlah kosong/tidak ada.

Item

V

HS

Jumlah

Item

V

HS

Jumlah

C

10

30.000

300.000

       

Langkah koreksi aritmatik yang dilakukan adalah :

  1. Item dan Volume dokumen penawaran disesuaikan dengan dokumen pemilihan.
  2. Harga Satuan Penawaran tetap kosong (0). Kemudian Total/Jumlah penawaran = 0.
  3. Meskipun penyedia tidak menawarkan item C, atas sebab apapun dokumen pemilihan yang berlaku/sah. Disinilah poin kesepakatan yang harus disepakati oleh penyedia saat mendaftar dan menawar. Penyedia harus tetap menyediakan Item dan Volume sesuai dengan yang diminta oleh dokumen pemilihan. Dengan kata lain konsekwensi penyedia untuk tetap menyediakan 10 unit item C tanpa menuntut pembayaran (0). Ini sesuai dengan sifat lumpsum yang disepakati dalam dokumen pemilihan

Dokumen Penawaran setelah Koreksi Aritmatik adalah :

Item

V

HS

Jumlah

C

10

0

0

Kondisi 4:

Untuk item D Dokumen Penawaran terdapat kesalahan matematik berupa perkalian hasil volume dan harga satuan. Semestinya 20 x 50.000 = 1.000.000 sementara dokumen penawaran tertulis 20 x 50.000 = 700.000.

Item

V

HS

Jumlah

Item

V

HS

Jumlah

D

20

40.000

800.000

D

20

50.000

700.000

Langkah koreksi aritmatik yang dilakukan adalah :

  1. Karena item dan volume antara dokumen pemilihan dan penawaran sudah sama maka tidak ada koreksi yang dilakukan.
  2. Harga Satuan penawaran 50.000 tidak dipertimbangkan karena yang diikat hanya jumlah/total penawaran.
  3. Konsekwensi ditanggung penyedia sepenuhnya artinya penyedia tidak bisa meminta pembayaran lebih dari 700.000. Ini sesuai dengan sifat lumpsum yang disepakati dalam dokumen pemilihan

Dokumen Penawaran setelah Koreksi Aritmatik adalah :

Item

V

HS

Jumlah

D

20

50.000

700.000

Kondisi 4:

Untuk item E Dokumen Penawaran terdapat kelebihan volume sebesar 10 unit dibanding Volume
item E pada Dokumen Pemilihan.

Item

V

HS

Jumlah

Item

V

HS

Jumlah

E

30

50.000

1.500.000

E

40

40.000

1.600.000

Langkah koreksi aritmatik yang dilakukan adalah :

  1. Item antara dokumen pemilihan dan penawaran sudah sama maka tidak ada koreksi yang dilakukan.
  2. Volume antara dokumen pemilihan dan penawaran disesuaikan. Sehingga Volume dokumen penawaran dirubah dari 40 menjadi 30. Kelebihan 10 item E tidak diambil dari penyedia.
  3. Harga Satuan 40.000 tidak dipertimbangkan karena yang diikat hanya jumlah/total penawaran.
  4. Jumlah 1.600.000,- tidak dilakukan perubahan meski terkesan ada “kerugian” sebesar 10 x 40.000 = 400.000,-. Yang perlu diingat oleh semua pihak, ini adalah Lumpsum. Konsekwensi sudah disepakati dalam Kontrak. Sehingga tidak ada istilah “kerugian” selama total penawaran masih dibawah Total HPS.

Dokumen Penawaran setelah Koreksi Aritmatik adalah :

Item

V

HS

Jumlah

E

30

40.000

1.600.000

Dengan demikian berdasarkan hasil koreksi dokumen penawaran penyedia menjadi:  Beberapa catatan penting terkait koreksi aritmatik sehubungan dengan kontrak Lumpsum yaitu:

  1. Koreksi hanya pada Item dan Volume
  2. Harga satuan timpang (Harga Satuan Penawaran melebihi 110% dari Harga Satuan HPS/Dokumen Pemilihan) tidak mengakibatkan perubahan apapun.
  3. Tidak boleh/dapat terjadi Harga Penawaran Terkoreksi.
  4. Hasil koreksi aritmatik harus diklarifikasi pada saat evaluasi kewajaran harga apabila ada koreksi/perubahan;
  5. Penyedia harus sadar bahwa konsekwensi yang harus ditanggung adalah:
    1. Ketika tidak menawarkan item yang diminta dokumen pemilihan maka penyedia wajib menyediakan item tersebut dengan volume sesuai dokumen pemilihan.
    2. Ketika volume pekerjaan dokumen penawaran kurang dari yang diminta dokumen pemilihan maka penyedia harus bersedia menambah sesuai yang diminta tanpa mempedulikan alasan perbedaan tersebut.
    3. Apabila penyedia tidak bersedia maka penyedia dianggap mengunudurkan diri, Jaminan Penawaran dicairkan.
  6. Disisi pelaksana pelelangan (PPK) juga harus sadar bahwa konsekwensi dari sifat Lumpsum adalah ketika penyedia menawarkan volume melebihi yang diminta dokumen pemilihan maka Volume lebih tersebut tidak boleh diterima sebagai “keuntungan”. Meskipun secara matematis sisa lebih tersebut menyebabkan surplus jumlah/total penawaran karena harga satuan penawaran menjadi lebih tinggi dari yang ditawarkan semula.
  7. Tidak ada istilah “Kerugian Negara” atau “Menguntung Negara” karena konsekwensi sudah disepakati dan tertuang pada dokumen pemilihan/kontrak.

Demikian dulu bahasan untuk materi Lumpsum untuk Harga Satuan akan dilanjutkan pada bagian 2.

Print Friendly, PDF & Email

17 thoughts on “Tata Cara Koreksi Aritmatik Bagian 1

  1. Pak.. yg dijadikan dasar untuk melakukan koreksi aritmatik pada kontrak lump sum apakah harga pada surat penawaran atau pada rab? Misalnya hrga di surat penawaran 900.000.000, sedangkan di rab 850.000.000. Untuk volume dan jenis pekerjaan sudah benar. Trimakasih.

    1. Untuk kontrak lumpsum yang dikoreksi hanya volume jika sudah benar harga penawaran tidak dirubah… jika ada perbedaan harga penawaran antara surat penawaran dan RAB menurut saya yang dipakai surat penawaran… dalam kontrak lumpsum DKH/RAB hanya sebagai pelengkap.. dan ingat ini harus diklarifikasi pada klarifikasi penawaran harga…

  2. Apakah ada dasar yg menguatkan bahwa hrga penawaran yg digunakan adalah yg tertera di surat penawaran pak? Dan bukan di rab? Mngingat selisih hrga yg jauh dan akan menggeser posisi penyedia dari pemenang menjadi runner up. Yg ditakutkan adalah munculnya sanggahan. Terima kasih.

    1. Pada kontrak Lump Sum ini Daftar Kuantitas dan Harga tidak harus diminta kecuali diperlukan dapat dipersyaratkan untuk melengkapi. Dari sini kedudukan hukum Surat Penawaran jauh lebih tinggi dari RAB/DKH/BoQ.. Kemudian dalam kontrak lumpsum DKH/RAB hanya untuk memastikan volume item pekerjaan sesuai dengan yang diminta.. bisa dilihat pada dokumen pengadaan….

  3. Berdasarkan isi DOKUMEN PENGADAAN Nomor: W.24-PL.02.03-Bama.01 Tanggal: 09 Desember 2014 untuk Pengadaan Bahan Makanan Napi/Tahanan 1 (satu) Paket Pada Rumah Tahanan Negara Klas IIA Palu, Kelompok Kerja Bama I Unit Layanan Pengadaan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Sulawesi Tengah Tahun Anggaran 2015, dan hasil pengumuman seperti terlampir di bawah ini:
    Tahap Mulai Sampai History Perubahan
    Pembukaan Dokumen Penawaran 15 Desember 2014 10:30 16 Desember 2014 23:59 Tidak ada
    Nama penyedia barang/jasa Harga Penawaran Harga Terkoreksi Keterangan
    CV. MERCUSUAR Rp 1.587.903.625,00 Rp 1.593.717.000,00
    CV. MUSTIKA ABADI Rp 1.668.866.000,00 Rp 1.668.866.000,00
    CV. KALUKU BULAVA Rp 1.695.894.000,00 Rp 1.695.894.000,00
    CV. KARYA JAYA Rp 1.696.928.849,00 Rp 1.528.760.000,00
    CV. Nobal Jaya Rp 1.700.644.000,00 Rp 1.700.644.000,00
    Pertanyaan saya..
    1. Apa landasan hukum yang digunakan dalam pelelangan sehingga Kami sebagai Pihak ketiga tidak pernah menerima penjelasan atas Koreksi Aritmatika terhadap perusahaan ( CV. KARYA JAYA) kami, sementara salah satu aturan pelelangan yaitu :
    “Hasil koreksi aritmatik harus diklarifikasi pada saat evaluasi kewajaran harga apabila ada koreksi/perubahan;”
    2. Apa yang menyebabkan sehingga dalam klarifikasi dokumen, perwakilan kami tidak diundang sebagai saksi.
    3. Sebagagai pemenang peringkat pertama dalam hasil Koreksi Aritmatika, dimanakah alasan kekalahan kami? Sementara kami pemenang harga terendah.

  4. Salam kenal…
    Bang saya seorang panitia lelang/pokja, bang bisa tolong kasih contoh penyusunan bahp.
    Tks

    1. Pak d2nkdux: tergantung jenis kontraknya.. Harga Satuan jenis pekerjaan yang tidak tercantum dalam daftar kuantitas dan harga disesuaikan dengan jenis pekerjaan yang tercantum dalam dokumen pemilihan dan harga satuan pekerjaan dimaksud dianggap nol; jenis pekerjaan yang ditawarkan berbeda dengan daftar kuantitas harga disesuaikan dengan jenis pekerjaan yang tercantum dalam dokumen pengadaan dan harga satuan pekerjaan menggunakan harga yang tercantum dalam penawaran. Untuk lumpsum hanya dilakukan untuk menyesuaikan volume pekerjaan yang tercantum dalam Daftar Kuantitas dan Harga dengan yang tercantum dalam Dokumen pengadaan tanpa mengubah total nilai penawaran untuk bagian kontrak Lump Sum

  5. Ass Wr Wb Pak Samsul Ramli
    Untuk kontrak Lump Sum Jasa Konsultansi, ada penyedia yang menawarkan item jenis pekerjaan tidak dibutuhkan atau tidak ada pada Daftar Kuantitas dan Harga (HPS Dokumen Pengadaan), contohnya gini pak:
    RAB HPS pada Dokumen Pengadaan:
    A. Biaya Sewa Kendaraan (Biaya Langsung Non Personil):
    2. Item biaya sewa A volumen 1 unit selama 2,5 bulan harga 700.000,00 = 1.750.000,00
    Sub Total Sewa Kendaraan = 1.750.000,00
    Total Biaya Langsung Personil + Biaya Langsung Non Personil = 149.500.000,00 (149,5 juta)

    Penawaran Penyedia :
    B. Biaya Sewa Kendaraan :
    4. Item biaya sewa A volumen 1 unit selama 2,5 bulan harga 700.000,00 = 1.750.000,00
    5. Item biaya sewa B volumen 1 unit selama 2,5 bulan harga 200.000,00 = 500.000,00
    6. Item biaya sewa C volumen 1 unit selama 2,5 bulan harga 100.000,00 = 250.000,00
    Sub Total Sewa Kendaraan = 2.500.000,00
    Total Biaya Langsung Personil + Biaya Langsung Non Personil = 141.500.000,00 (141,5 juta)

    Yang mau saya tanyakan gimana Hasil Koreksi Airmatiknya pak, atas penjelasan diucapkan terima kasih.

  6. Di dalam Standar Dokumen Pengadaan Jasa Konsultansi Pascakualifikasi yang dikeluarkan oleh LKPP pada BAB III Intruksi Kepada Peserta (IKP) Huruf E. Pembukaan dan Evaluasi penawaran pada angka 27.7.b.4) untuk metode evaluasi Pagu Anggaran, penawaran biaya terkoreksi yang melebihi nilai HPS dinyatakan gugur.
    Bagaimana maksud dari pernyataan tersebut jika digunakan kontrak lumpsum yangmana apabila berdasarkan koreksi aritmatika sesuai contoh diatas yang tidak merubah total penawaran?
    Mohon pencerahannya karena contoh2 koreksi aritmatika kebanyakan untuk konstruksi maupun barang, jarang menyentuh untuk jasa konsultansi. Terima kasih

    1. Untuk kontrak lumpsum konsultan tidak jauh berbeda dengan konstruksi, koreksi juga hanya terhadap volume dan item biaya tanpa merubah harga dan biaya. Jadi utk evaluasi pagu anggaran tidak akan terjadi hasil koreksi terhadap harga. Harga Satuan penawaran tidak mengikat lagi karena yang dibayar hanya sebesar total saja.

  7. Salam, Pak…

    Maaf, Pak, sependek pembacaan saya, di Perka hanya disebut koreksi aritmatik untuk Kontrak Harga Satuan atau Kontrak Gabungan HS dan LS.

    Sementara untuk Kontrak Lumpsump (LS) tidak disebut agar dikoreksi aritmatika.

    Mohon info dasar aturannya Kontrak LS juga wajib dilakukan koreksi aritmatik.

    1. Coba baca lagi ketentuannya dalam tata cara dokumen pengadaan. Bagian Lumpsum memang tidak dikoreksi jumlah/total harga tapi item dan volume tetap diteliti dan jika keliru dikoreksi meski tidak akan mengubah total/jumlah harga

      1. Setelah saya baca lagi, ternyata Lampiran Perka 14/2012 tidak mengamanatkan dilakukannya koreksi aritmatik untuk pengadaan barang yang sistem kontraknya Lumpsum.

        Kalimat tentang ketentuan koreksi aritmatik “untuk Kontrak Lump Sum atau Kontrak Gabungan Lump Sum dan Harga Satuan pada bagian Lump Sum” hanya terdapat pada BAB III (Pekerjaan Konstruksi) dan BAB Jasa Konsultansi.

        Sementara pada BAB II (Pengadaan Barang) tidak ada kalimat itu, yang ada hanya “untuk Kontrak Gabungan Lump Sum dan Harga Satuan pada bagian Lump Sum” TANPA Klausul “Kontrak Lump Sum”.

        Kontrak Lumpsump Jasa Lainnya juga perlu dilakukan koreksi aritmatik (disajikan dengan bahasa yang berbeda).

        Kesimpulan saya, tidak ada koreksi aritmatik untuk pengadaan barang dengan sistem kontrak Lumpsump, sehingga pada pengadaan barang dengan sistem kontrak Lumpsump, jika ada kekurangan volume pada DKH atau ada item yang tidak ditawarkan, maka penawarannya digugurkan.

        Demikian, mohon pendapatnya, Pak Samsul..

        1. Silakan berpendapat seperti itu jika yakin.
          Sebagai bahan pertimbangan : Pertama : kontrak lumpsum adalah yang komponen penyusunnya semua adalah bagian lumpsum, itulah kenapa kontrak lumpsum tidak perlu dijelaskan seperti hal nya Harga satuan Atau Gabungan.
          Kedua : Tidak ada tata cara dalam Perka 14/2012 menggugurkan penawaran berdasarkan Daftar Kuantitas dan Harga Penawaran dalam evaluasi administrasi dan teknis. DKH hanya dievaluasi harga total saja dibandingkan dengan total HPS. Inilah substansi koreksi aritmatik pada Daftar Kuantitas untuk mendapatkan kesepakatan tentang perubahan kuantitas dari sisi item pekerjaan atau volume.
          Catatan saya jangan coba-coba menggugurkan penawaran penyedia dengan asumsi tapi gugurkan lah berdasarkan ketentuan yang jelas unsur, kriteria dan tata caranya dalam dokumen pengadaan.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.