Setelah artikel ini tayang ada seorang teman yang mengkritisi pendapat saya tentang  evaluasi ulang sebagai Solusi  Evaluasi Kualifikasi Gagal. Dari perdebatan panjang akhirnya saya menerima pendapat dari teman tersebut. Setelah mendalami Perka 14/2012 saya temukan logika baru yang dapat dijadikan dasar pengambilan solusi. Kemudian pada aplikasi SPSE Ver. 3.5 menu ini telah tersedia dan operasional. Untuk itu artikel ini saya koreksi dan perbaiki demikian semoga bermanfaat.
———————————————————————
Dari sebuah diskusi pada Group Diskusi Pengadaan Barang/Jasa Kalimantan artikel ini bermula. Pada intinya pertanyaan berisi tentang kebingungan pokja ketika pada tahap evaluasi kualifikasi 3 penyedia yang ditunjuk sebagai calon pemenang, cadangan 1 dan 2 tidak memenuhi kualifikasi. Sementara masih ada 3 penyedia lain yang belum dilakukan evaluasi. Metode evaluasi yang digunakan adalah Pascakualifikasi. Pertanyaannya apakah pemilihan digagalkan? Kalau digagalkan bagaimana dengan 3 penyedia yang belum dievaluasi? Kalau diteruskan masa evaluasi penawaran sudah terlewati, bagaimana cara putar baliknya?

    Saya akan mulai pembahasan dari sisi metode evaluasi. Ada dua kategori dokumen yang dievaluasi dalam proses pemilihan penyedia. Dokumen penawaran terdiri dari administrasi, teknis dan harga/biaya dan dokumen kualifikasi terdiri dari unsur kualifikasi terutama form isian kualifikasi.

    Pascakualifikasi didahului dengan evaluasi dokumen penawaran baru kemudian evaluasi dokumen kualifikasi. Jadi ada demarkasi yang tegas antara masa evaluasi penawaran dengan evaluasi kualifikasi.

    Evaluasi dokumen penawaran disusun dengan urutan evaluasi administrasi, evaluasi teknis dan evaluasi harga/biaya. Dalam wilayah ini 

  • Pelaksanaan evaluasi dilakukan Kelompok Kerja ULP terhadap 3 (tiga) penawaran terendah setelah koreksi aritmatik.

  Dasar ini dilakukan oleh Pokja karena telah diatur dalam Lampiran Perka 14/2012 tentang Petunjuk Teknis Perpres 70/2012. Meski larangan menggunakan skenario 1 ini tidak ditemukan dalam batang tubuh Perpres 54/2010 sebagaimana diubah melalui Perpres 70/2012.

Ketentuan umum adalah:

  1. Apabila tidak ada satupun penawaran yang memenuhi syarat pada setiap titik evaluasi maka pemilihan/pelelangan gagal.
  2. Penjadwalan evaluasi administrasi, teknis dan harga sebaiknya berada dalam rentang waktu yang sama. Sehingga ketika evaluasi administrasi lulus 3 penawaran, kemudian pada tahap evaluasi teknis hanya lulus 2. Penawaran berikut 4,5,6 dan seterusnya langsung dilakukan evaluasi administrasi dan teknis, dan seterusnya hingga didapatkan 3 penawaran yang memenuhi syarat.
  3. Evaluasi kualifikasi dilakukan terhadap calon pemenang lelang serta calon pemenang cadangan 1 dan 2 apabila ada.

Pada saat memasuki tahapan evaluasi kualifikasi 3 penawar terendah tidak dapat dijadikan pemenang maka pokja menyatakan “pemilihan/pelelangan gagal”. Hal ini tertuang dalam Pasal 83 ayat 1 huruf i : pemilihan gagal apabila calon pemenang dan calon pemenang cadangan 1 dan 2, setelah dilakukan evaluasi dengan sengaja tidak hadir dalam klarifikasi dan/atau pembuktian kualifikasi. Juga tertuang pada Lampiran Perka 14/2012 bahwa apabila tidak ada yang lulus evaluasi kualifikasi, maka lelang dinyatakan gagal.

        Kenapa lelang digagalkan, padahal masih ada penawaran lain? Karena pada saat memasuki evaluasi kualifikasi, masa evaluasi penawaran sudah terlewati. Untuk itu tidak ada lagi jalur putar balik, selain melalui proses gagal lelang. 

    Solusi pelelangan gagal ini sebagaimana diatur dalam Pasal 84 ayat (1) tentang pemilihan gagal bahwa dalam hal Pelelangan/Seleksi/Pemilihan Langsung dinyatakan gagal, maka Kelompok Kerja ULP segera melakukan:

  1. evaluasi ulang;
  2. penyampaian ulang Dokumen Penawaran;
  3. Pelelangan/Seleksi/Pemilihan Langsung ulang; atau
  4. penghentian proses Pelelangan/Seleksi/Pemilihan Langsung

Mengacu pada Perka 14/2012 Bab II Angka 14. PELELANGAN GAGAL DAN TINDAK LANJUT PELELANGAN GAGAL huruf b angka 4 huruf j) bahwa  apabila calon pemenang dan calon pemenang cadangan 1 dan 2 setelah  dilakukan  evaluasi,  tidak  hadir  dalam  klarifikasi dan/atau  verifikasi  kualifikasi  dengan  alasan  yang  tidak  dapat diterima, maka Kelompok Kerja ULP:

(1)  mengundang  ulang  semua  peserta  yang  tercantum  dalam daftar  peserta  kecuali  peserta  yang  tidak  hadir  tersebut, untuk  mengajukan  penawaran  ulang  secara  lengkap (administrasi, teknis, dan harga).

(2)  Melakukan pengumuman pelelangan ulang untuk mengundang peserta baru, apabila tidak ada daftar lain.

Demikian catatan ini semoga bermanfaat.

Print Friendly