image

Jum’at 25 Maret 2016 bertempat di Surabaya, didapuk sebagai Ketua Panitia Persiapan Pembentukan Dewan Pimpinan Nasional Ikatan Fungsional Pengadaan Barang/Jasa Indonesia (DPN IFPI) adalah hal yang diluar dugaan. Namun melihat dan merasakan semangat 100 lebih perwakilan Fungsional Pengelola Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (Fungsional Pengadaan) dimana saya adalah salah seorang diantaranya membuat semangat menggelora.
Setidaknya ada 1.300an ASN yang telah menjabat sebagai Fungsional Pengadaan di Indonesia saat ini, baik secara sadar atau tidak sadar secara penuh, rela atau tidak rela atau latar belakang lainnya. Ketika gerbong bergerak maka ketidaksempurnaan adalah pengikat semangat, perjuangan dan harapan berasama.

Untuk itu sebagai penjaga semangat saya susun pidato singkat yang sederhana dengan inspirasi dari beberapa sumber.

Berikut transkrip sambutan yg saya sampaikan di Ballroom Hotel Premiere Sidoarjo, Selasa, 25 Maret 2016, 15.00 Wib

Sahabat Pengadaan yang Saya Hormati,

SESUNGGUHNYA ALLAH TIDAK AKAN MENGUBAH NASIB SUATU KAUM KECUALI KAUM ITU SENDIRI YANG MENGUBAH APA APA YANG PADA DIRI MEREKA.

Hari ini kita melanjutkan perjalanan tanpa akhir, untuk menjembatani arti dari kata-kata tadi dengan realita zaman sekarang. Bahwa bahagia adalah karunia Tuhan, tapi hak ini harus dijamin dan diperjuangkan oleh umat-Nya. Oleh kita bukan orang lain.

Kita semua berada disini atas dasar satu semangat, cita-cita dan niat untuk meraih hak. Ikatan Fungsional Pengadaan Barang/Jasa Indonesia adalah wadah kita untuk bangkit bersama, berjuang bersama dan beramal bersama dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat dimana kita juga berada didalamnya.

Hal pertama yang kita perjuangkan adalah memastikan ada cahaya terang dan indah diujung sana. Bukan hanya pelita redup dan sejenak terang kemudian hilang dalam ketidakjelasan.
Kita dilahirkan dari satu kebijakan dengan tujuan mulia yaitu mensejahterakan rakyat, untuk itu adalah kewajiban kita bersama meminta jaminan akan keberadaan kita dihadapan negara dan pemerintahan.

Pengadaan Barang/Jasa memang bukan segala-galanya tapi segala sesuatu dalam pembangunan ini adalah pengadaan barang/jasa. Untuk itu keberpihakan pemerintah terhadap proses pengadaan barang/jasa mau tidak mau, suka tidak suka, harus setingkat Undang-Undang.

Sahabat Pengadaan yang Saya Kagumi,
Mari kita rapatkan barisan, satukan tekad dan pertahankan semangat untuk memperjuangkan kebaikan untuk negeri yang kita cintai ini dalam wadah IFPI.

Kedepan dalam perjalanan panjang kita pasti akan ada gejolak, perbedaan pendapat bahkan mungkin perdebatan hebat; Demikianlah adanya sebuah organisasi. Selama kita tetap terjaga dalam keimanan, bahwa perjuangkan ini bukan untuk kepentingan pribadi atau golongan, tapi untuk kemaslahatan Bangsa dan Negara, maka saya sangat yakin apa yang kita cita-citakan akan tercapai. Kesejahteraan yang kita harapkan akan terwujud.

Langkah kecil kita hari ini adalah menyusun kepengurusan DPN IFPI, menetapkan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga, dan mendeklarasikan keberadaan DPN IFPI. Dengan waktu yang sedemikian singkat, kita harus fokus pada tujuan jangka pendek yang akan menjadi pondasi jangka panjang.

Terbentuknya DPN IFPI adalah langkah awal, sehingga tidak akan sempurna diawal. Akan kita sempurnakan dalam perjalananannya. DPN IFPI yang kita bentuk ini mempunyai tugas mempersiapkan terbentuknya DPN IFPI yang paripurna, kuat, mandiri dan berpengaruh besar dalam kebijakan pengadaan barang/jasa pemerintah.  Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) disetiap provinsi akan menjadi pondasi yang kuat untuk IFPI kedepan.

IFPI harus mampu menjadi mitra bagi lembaga pemerintah dan swasta. IFPI bukan lawan tapi kawan dalam perbaikan bagi siapapun. IFPI pun juga harus mampu memperjuangkan kesejahteraan bagi Fungsional Pengadaan Barang/Jasa Indonesia.

Terakhir dalam sambutan yang sudah cukup panjang ini, saya mewakili teman-teman inisiator acara, mengucapkan terimakasih yang tiada terhingga kepada sahabat yang bersedia hadir pada saat ini. Teman-teman ULP Jawa Timur, Universitas Airlangga dan banyak lagi, yang sangat luar biasa mendukung bahkan lebih dari yang diperkirakan. Tiada penghargaan yang setara yang dapat kami berikan untuk semuanya kecuali hanya Allah SWT yang akan menghisab dengan nilai ibadah. Aamiin ya Rabbal Alamin.
Wabillahitaufikwalhidayah walridho wal inayah sumassalamualaikum warrahmatullahiwabarrakatuh.

Print Friendly