Catatan ringan hari ini tujuannya untuk mengklarifikasi sedikit kesalahan pemahaman terkait pasal 93 ayat 3 Perpres 54/2010 sebagaimana diubah terakhir kali dengan Perpres 4/2015. Klausula ini murni tambahan ayat yang muncul pada Perpres 4/2015 sebagai respon terhadap instruksi percepatan pengadaan barang/jasa melalui Inpres 1/2015.

Berikut kutipan pasal 93 ayat 3 :

Dalam hal dilakukan pemutusan Kontrak secara sepihak oleh PPK karena kesalahan Penyedia Barang/Jasa sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Kelompok Kerja ULP dapat melakukan Penunjukan Langsung kepada pemenang cadangan berikutnya pada paket pekerjaan yang sama atau Penyedia Barang/Jasa yang mampu dan memenuhi syarat.

Pasal ini terus terang membuka kebuntuan solusi ketika pekerjaan terhenti karena pemutusan kontrak. Dengan demikian jika terjadi pemutusan kontrak secara sepihak oleh PPK karena penyedia dianggap melakukan wanprestasi sisa pekerjaan dapat dilanjutkan oleh penyedia pengganti.

Pertanyaan sekarang bagaimana mekanisme penggantian penyedia ini?

Banyak yang memahami pasal 93 ayat3 dengan kalimat singkat, “berarti sekarang kalau putus kontrak bisa tunjuk langsung ke penyedia cadangan!”. Kalimat singkat ini mengaburkan pemahaman sesungguhnya, bahkan cenderung membahayakan disisi praktiknya. Untuk itu perlu juga sedikit kita urai dengan detil.

Apakah benar Putus Kontrak Boleh Tunjuk Langsung”?

Kalimat “Kelompok Kerja ULP dapat melakukan Penunjukan Langsung” ini menguraikan bahwa ketika terjadi pemutusan kontrak secara sepihak, mempertimbangkan kelanjutan pekerjaan yang perlu penanganan segera, maka perlu dilakukan proses pemilihan penyedia pengganti dalam waktu yang cepat.

Untuk itu PPK meminta bantuan Pokja melakukan proses pemilihan penyedia pengganti tersebut. Unsur keadaan tertentu inilah yang menjadi dasar penggunaan metode penunjukan langsung. Dengan demikian prosesnya bukan “Putus Kontrak Boleh Tunjuk Langsung” melainkan jika terjadi putus kontrak maka dilakukan proses penunjukan langsung.

Bagaimana proses penunjukan langsung tersebut dilakukan?

PPK kembali menyusun spesifikasi teknis, harga perkiraan sendiri (HPS) dan rancangan kontrak sisa pekerjaan untuk dijadikan bahan dasar penyusunan dokumen penunjukan langsung. Pokja kemudian mengundang calon penyedia yang dianggap mampu untuk mengerjakan. Selanjutnya Pokja melakukan negosiasi baik teknis maupun harga atas penawaran penyedia sehingga diperoleh harga yang sesuai dengan harga pasar yang berlaku dan secara teknis dapat dipertanggungjawabkan.

Apakah harus menunjuk penyedia cadangan?

Kata kunci penyedia mana yang akan diundang untuk penunjukan langsung adalah Penyedia Barang/Jasa
yang mampu dan memenuhi syarat”.
Dengan demikian ketika dalam sebuah proses pemilihan yang lalu, telah dilakukan proses evaluasi penawaran dan kualifikasi kemudian lulus, maka dapat dipastikan klausul “penyedia Barang/Jasa yang mampu dan memenuhi syarat” sudah terpenuhi.

Jika pada pemilihan penyedia yang lalu tidak dihasilkan calon pemenang cadangan maka penilaian “penyedia Barang/Jasa yang mampu dan memenuhi syarat” dilakukan dengan cara lain.

Jika menilik penjelasan Perpres 54/2010 pasal 38 ayat 4 angka 3 disebutkan salah satunya adalah penunjukan langsung dilakukan terhadap Penyedia Barang/Pekerjaan Konstruksi/Jasa Lainnya yang sedang melaksanakan Kontrak pekerjaan sejenis terdekat dan/atau yang dinilai mempunyai kemampuan, peralatan, tenaga yang cukup serta kinerja baik.

Atas dasar hal ini maka jika tidak ada cadangan, calon penyedia yang dapat ditunjuk adalah penyedia yang sedang melaksanakan Kontrak pekerjaan sejenis terdekat dan masih mempunyai kemampuan untuk melaksanakan. Jikapun tidak ada juga maka kepada penyedia yang dinilai mempunyai kemampuan, peralatan, tenaga yang cukup serta kinerja baik berdasarkan pengalaman melaksanakan pekerjaan sejenis.

Mengakhiri catatan ini setidaknya ada beberapa kesimpulan yang dapat diambil memahami pasal 93 ayat 3 yaitu :

  1. Jika terjadi putus kontrak sepihak maka dilakukan proses penunjukan langsung untuk sisa pekerjaan kepada penyedia pengganti.
  2. Proses penunjukan langsung bukan memberikan langsung pekerjaan kepada penyedia pengganti, tetapi menawarkan sisa pekerjaan kepada penyedia yang mampu untuk dilakukan proses pemilihan.
  3. Penyedia pengganti yang diundang adalah penyedia Barang/Jasa yang mampu dan memenuhi syarat seperti pemenang cadangan pemilihan lalu, penyedia yang sedang melaksanakan Kontrak pekerjaan sejenis terdekat dan/atau yang dinilai mempunyai kemampuan, peralatan, tenaga yang cukup serta kinerja baik.

Demikian sedikit coret-coretan hari ini, semoga bermanfaat.

Print Friendly, PDF & Email