Tadinya mau mengupas tentang “mark-up” setelah memperhatikan ketersediaan waktu dan kelengkapan data dipending dulu. Kayanya yang lebih ringan adalah ngobrolin soal solusi gagal lelang.

    Tentang pemilihan gagal ini dikupas pada Perpres 54/2010, sebagaimana telah diubah melalui Perpres 70/2012, Paragraf Kesembilan pasal 83 dan 84.

    Pasal 83 mengulas sebab pemilihan gagal. Sedangkan pasal 84 berisi tentang solusi pemilihan gagal. Sesuai dengan judul tulisan kita hanya akan bercerita tentang solusi pemilihan gagal saja.

    Solusi pemilihan gagal pada intinya tertuang pada pasal 84 ayat 1 yang menyebutkan bahwa Dalam hal Pelelangan/Seleksi/Pemilihan Langsung dinyatakan gagal, maka Kelompok Kerja ULP segera melakukan:

a.     evaluasi ulang;

b.     penyampaian ulang Dokumen Penawaran;

c.     Pelelangan/Seleksi/Pemilihan Langsung ulang; atau

d. penghentian proses Pelelangan/Seleksi/Pemilihan Langsung.

    Pertanyaannya adalah kapan dan dalam kondisi apa masing-masing solusi tersebut dapat diterapkan? Untuk menjawab itu ada baiknya kita bahas ruang lingkup pemilihan gagal yang dimaksud oleh pasal 84 yaitu Pelelangan/Seleksi/Pemilihan Langsung. Pelelangan termasuk didalamnya pelelangan umum dan pelelangan sederhana. Seleksi termasuk seleksi umum dan seleksi sederhana. Pemilihan Langsung prinsipnya adalah Pelelangan Sederhana untuk pekerjaan konstruksi.

    Pelelangan/Seleksi/Pemilihan Langsung prosesnya dimulai sejak pengumuman hingga ditetapkan pemenang dan cadangan 1 dan 2 (apabila ada). Kalau kita breakdown lagi maka proses Pelelangan/Seleksi/Pemilihan Langsung dibagi atas dua metode evaluasi yaitu evaluasi kualifikasi dan evaluasi penawaran sesuai urutan. Prakualifikasi urutannya evaluasi kualifikasi dahulu baru diikuti evaluasi penawaran. Pascakualifikasi evaluasi penawaran baru kemudian evaluasi kualifikasi.

    Evaluasi kualifikasi dimulai dari evaluasi formulir isian kualifikasi hingga pembuktian kualifikasi. Evaluasi penawaran adalah evaluasi terhadap evaluasi administrasi, teknis dan biaya. Untuk penawaran ruang lingkupnya sesuai masa berlaku penawaran yaitu sampai dengan ditandatanganinya kontrak.

    Dari sini dapat digambarkan bahwa proses pemilihan penyedia melingkupi waktu pemilihan seperti gambar berikut:

Prakualifikasi :


Pascakualifikasi :


Baik soal ruang lingkup proses pemilihan sudah terjelaskan, sekarang mari kita bahas pasal 84 ayat 1 poin per poin:

  1. Evaluasi ulang

    Kita ambil beberapa kondisi yang dapat diterapkan solusi evaluasi ulang dalam Perka 14/2012.

  • Apabila PA tidak setuju dengan usulan Kelompok Kerja ULP dengan alasan yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, maka PA memerintahkan evaluasi ulang atau pelelangan dinyatakan gagal.
  • Dalam hal PPK tidak bersedia menerbitkan SPPBJ karena tidak sependapat atas penetapan pemenang, maka apabila PA/KPA sependapat dengan PPK, dilakukan evaluasi ulang atau pelelangan dinyatakan gagal
  • apabila dalam evaluasi penawaran terjadi persaingan tidak sehat, maka dilakukan evaluasi ulang atau pengumuman ulang untuk mengundang peserta baru selain peserta yang telah memasukkan penawaran.
  • Apabila tidak setuju dengan usulan Kelompok Kerja ULP, Menteri/Kepala Lembaga/Kepala Daerah/Pimpinan Institusi secara tertulis memerintahkan evaluasi ulang atau menyatakan seleksi gagal.
  • apabila Sanggahan dari peserta yang memasukkan Dokumen Kualifikasi terhadap hasil prakualifikasi ternyata benar, maka dilakukan penilaian kualifikasi ulang dan mengumumkan kembali hasil penilaian kualifikasi ulang

Dari poin-poin ini dapat disimpulkan bahwa evaluasi ulang adalah solusi yang dilaksanakan atas dasar perintah Menteri/Kepala Daerah/PA/KPA, adanya persaingan tidak sehat atau sanggahan atas proses prakualifikasi. Kemudian yang juga menjadi catatan solusi evaluasi ulang hanya dilakukan apabila tidak ada perubahan substansial dalam dokumen pemilihan. Artinya peta persaingan tidak berubah.

  1. Penyampaian ulang Dokumen Penawaran;

    Perka 14/2012 terkait Penyampaian Ulang Dokumen Penawaran yang saya temukan yaitu:

  • apabila pelaksanaan evaluasi tidak sesuai dengan ketentuan dalam Dokumen Pengadaan atau sanggahan dari peserta yang memasukan Dokumen Penawaran atas kesalahan evaluasi penawaran ternyata benar, maka dilakukan penyampaian ulang Dokumen Penawaran atau pelelangan ulang dengan mengumumkan kembali dan mengundang peserta baru selain peserta lama yang telah masuk dalam daftar peserta
  • apabila calon pemenang dan calon pemenang cadangan 1 dan 2 setelah dilakukan evaluasi, tidak hadir dalam klarifikasi dan/atau verifikasi kualifikasi dengan alasan yang tidak dapat diterima, maka Kelompok Kerja ULP (1) mengundang ulang semua peserta yang tercantum dalam daftar peserta kecuali peserta yang tidak hadir tersebut, untuk mengajukan penawaran ulang secara lengkap (administrasi, teknis, dan harga)
  • apabila pelelangan/seleksi gagal karena pengaduan masyarakat atas terjadinya pelanggaran prosedur ternyata benar, maka dilakukan penggantian pejabat dan/atau Kelompok Kerja ULP yang terlibat, kemudian: (1) Kelompok Kerja ULP pengganti mengundang ulang semua peserta untuk mengajukan penawaran ulang secara lengkap (administrasi, teknis, dan harga)
  • apabila Seleksi gagal karena pengaduan masyarakat atas terjadinya KKN dari pemenang atau peserta dengan nilai teknis terbaik ke 2 dan ke 3 ternyata benar, diatur ketentuan sebagai berikut: (1) apabila PA, KPA, PPK dan anggota Kelompok Kerja ULP tidak terlibat KKN, Kelompok Kerja ULP: (a) mengundang ulang semua peserta yang tercantum dalam daftar peserta yang tidak terlibat KKN, untuk mengajukan penawaran ulang secara lengkap;

    Dari poin-poin ini dapat disimpulkan bahwa penyampaian penawaran ulang adalah solusi pemilihan gagal atas kegagalan/kesalahan yang terjadi pada proses evaluasi penawaran, kegagalahan pada tahap evaluasi kualifikasi, pelanggaran prosedur atau terjadi KKN. Dengan syarat dokumen pemilihan tidak berubah atau tidak terdapat kesalahan sehingga perlu dirubah.

  1. Pelelangan/Seleksi/Pemilihan Langsung ulang

    Perka 14/2012 terkait Pelelangan/Seleksi/Pemilihan Langsung ulang diantaranya menyebutkan :

  • Apabila dari hasil evaluasi penyebab terjadinya pelelangan gagal, mengharuskan adanya perubahan Dokumen Pengadaan, maka dilakukan pelelangan ulang dengan terlebih dahulu memperbaiki Dokumen Pengadaan.
  • apabila pelaksanaan pelelangan tidak sesuai dengan ketentuan dalam Dokumen Pengadaan, maka dilakukan pelelangan ulang.
  • apabila tidak ada peserta yang lulus evaluasi penawaran, maka dilakukan pelelangan ulang.

Solusi pemilihan gagal dengan Pelelangan/Seleksi/Pemilihan Langsung ulang hampir dapat dilakukan pada semua sebab. Namun intinya adalah pada dokumen pengadaan dan jumlah penawaran, seperti dokumen pengadaan berubah oleh sebab apapun, jumlah penawaran kurang dari 3, daftar pendek kurang dari batas minimal atau tidak ada penawaran yang memenuhi syarat.

  1. Penghentian proses Pelelangan/Seleksi/Pemilihan Langsung.

    Solusi ini diputuskan apabila semua alternatif tidak mungkin dilakukan. Seperti keterbatasan waktu dan dari sisi efisiensi dan efektifitas lebih baik dihentikan.

    Sekedar catatan tambahan karena hal ini juga sering ditanyakan maka perlu diulas terkait pelelangan/seleksi/pemilihan ulang gagal. Hal ini merupakan ayat lanjutan yang terdapat pada Pasal 84 yaitu ayat 2 s/d 9:

  • Dalam hal Pelelangan/Seleksi/pemilihan langsung ulang jumlah Penyedia Barang/Jasa kurang dari 3 maka proses Pelelangan/Seleksi dilanjutkan. Apabila hanya 1 maka proses diteruskan hingga evaluasi kualifikasi kemudian ditetapkan pemenang dan dilakukan negosiasi teknis dan harga seperti pada penunjukan langsung.
  • Dalam hal Pelelangan/Seleksi/Pemilihan Langsung ulang gagal, artinya pelelangan pertama gagal, kedua gagal lagi maka Kelompok Kerja ULP dapat melakukan Penunjukan Langsung berdasarkan persetujuan PA, dengan tetap memperhatikan prinsip efisiensi, efektifitas, dan akuntabilitas kemudian memenuhi seluruh persyaratan berikut:
  1. hasil pekerjaan tidak dapat ditunda;
  2. menyangkut kepentingan/keselamatan masyarakat; dan
  3. tidak cukup waktu untuk melaksanakan proses Pelelangan/Seleksi/ Pemilihan Langsung dan pelaksanaan pekerjaan.
  • Apabila pelelangan ulang mengalami kegagalan dan tidak memenuhi 3 kriteria untuk dapat dilakukan Penunjukan Langsung maka:
  1. anggaran dikembalikan ke negara dalam hal waktu sudah tidak mencukupi (Penghentian Proses);
  2. dapat dilakukan pelelangan kembali dengan terlebih dahulu melakukan pengkajian ulang penyebab pelelangan ulang gagal apabila waktu masih mencukupi; atau
  3. PA/KPA mengusulkan perubahan alokasi dananya (revisi anggaran) untuk pekerjaan lain
  • Dalam hal Pelelangan Umum Metode Dua Tahap gagal berdasarkan hasil evaluasi Kelompok Kerja ULP dapat melakukan penambahan nilai total HPS, perubahan spesifikasi teknis dan/atau perubahan ruang lingkup pekerjaan. Apabila hanya terjadi perubahan nilai total HPS, tetapi tidak terdapat perubahan spesifikasi teknis dan/atau ruang lingkup pekerjaan, pelelangan umum langsung dilanjutkan dengan pemasukan penawaran harga ulang. Namun apabila terdapat perubahan spesifikasi teknis dan/atau ruang lingkup pekerjaan, dilakukan pelelangan ulang.

Demikian sedikit obrolan tentang solusi gagal lelang baik lelang awal maupun lelang ulang. Agar tidak ada lagi yang terjebak pada pengambilan keputusan solusi pemilihan gagal secara serampangan. Semoga bermanfaat dan tetap terbuka ruang diskusi untuk perbaikan.

Print Friendly