Serial Peningkatan Kompetensi Pengadaan (Spesifikasi 4)

Penyusunan spesifikasi teknis juga dipengaruhi mekanisme pasar. Pada pasar persaingan sempurna dimana jumlah penyedia dan barang/jasa tersedia dalam jumlah yang cukup dan berimbang, maka penentuan spesifikasi teknis membuka seluas-luasnya kompetisi dapat dilakukan dengan mudah. Spesifikasi teknis bersifat umum karena ada banyak Merek dan penyedia yang dapat memenuhi kebutuhan.

Pada pasar oligopoli dimana persaingan hanya terjadi pada beberapa penyedia maka penyusunan spesifikasi teknis menjadi terbatas. Kompleksitas proses penyusunan spesifikasi teknis adalah menjaga tingkat persaingan tetap wajar. Oligopolistik ini sering terjadi karena penguasaan beberapa penyedia terhadap tingkat kualitas, kuantitas, sumber atau lokasi barang/jasa yang dibutuhkan.

Pada pasar monopolistik dimana tingkat persaingan sangat rendah yaitu pada saat barang/jasa yang dibutuhkan hanya dikuasai oleh satu penyedia. Dalam kondisi seperti ini spesifikasi teknis pada akhirnya mengarah pada Merek tertentu.

Dari kriteria-kriteria pasar seperti ini dapat dipetakan daya tarik pembeli dimata penyedia kedalam Matrix Kraljilc Box berbentuk Supplier Perception Model.

Screenshot 2014-02-11 14.56.48

Kondisi pasar atau persepsi penyedia terhadap pasar pemerintah juga harus menjadi pertimbangan dalam menyusun spesifikasi teknis. Penyusunan spesifikasi teknis yang tidak sesuai dengan kondisi pasar akan menjadi add cost (kerugian/tambahan biaya) diantaranya adalah pelelangan/seleksi gagal yang pada akhirnya menyebabkan tidak terpenuhinya kebutuhan.

Kondisi ideal bagi sebuah proses pelelangan/seleksi adalah apabila dimata penyedia pengguna sangat atraktif dan menarik. Pada kotak Develop meskipun nilai belanja tidak terlalu besar, penyedia menjadi sangat kooperatif. Pada kotak Core dimana nilai belanja sangat besar membuat posisi pembeli dimata penyedia sebagai klien utama yang tidak bisa diabaikan. Kondisi ideal ini umumnya terjadi pada barang/jasa Laverage pada  matrix Supply Positioning Model.

Sementara barang/jasa Routine, Bottleneck dan Critical Strategic penyedia cenderung memposisikan diri sebagai exploit bahkan nuisance. Penyedia Exploit tidak terlalu tertarik untuk menjadi penyedia kecuali hanya pada nilai belanja yang besar. Targetnya hanyalah bagaimana mengeruk keuntungan sejauh yang memungkinkan.

Nuisance sama sekali tidak tertarik sehingga kalaupun mengajukan penawaran sifatnya hanya mengganggu proses dan sampai suatu saat pembeli dalam kondisi terdesak untuk membeli pada mereka.

Agar barang/jasa routine, bottleneck atau Critical Strategic tidak terjebak penyedia exploit atau nuisance. Spesifikasi teknis harus disusun mempertimbangkan aspek-aspek kuantitas, waktu dan lokasi/sumber yang tepat.

Untuk barang/jasa routine dimana nilai belanja cenderung kecil semaksimal mungkin menetapkan kualitas yang homogen dipasar penyedia sehingga penyedia-penyedia baru dapat ikut berkompetisi. Atau menggeser barang/jasa routine ke kotak laverage dengan cara menambah volume, lewat konsolidasi barang/jasa (kuantitas) dengan unit kerja lain, sehingga nilai belanja menjadi besar.

Untuk barang/jasa bottleneck dan Critical Strategic spesifikasi teknis harus terus dilakukan value analysis dan jika diperlukan pada komponen sumber/lokasi dilakukan perluasan pasar sehingga penyedia baru bisa didapatkan. Jika dari hasil value analysis tidak tersedia penyedia baru maka opsi value engineering yaitu meng-create spesifikasi teknis barang/jasa alternatif yang dapat memenuhi kebutuhan. Opsi lainnya adalah melakukan konsolidasi barang/jasa (kuantitas) dengan unit kerja lain sehingga nilai belanja menjadi besar dan daya tarik penyedia dapat bergeser ke develop atau core.

Print Friendly