Month: March 2014

Ada PP 46/2013, Segera Update syarat Perpajakan

Tadinya ingin kembali menulis roman picisan seperti jaman dulu, sudah lama sekali bab kisah khayalan tidak terisi. Namun pikiran tetap tak mau pergi dari pengadaan barang/jasa. Sebuah BBM dari sahabat barat Indonesia mengusik untuk segera dicarikan jalan keluar. Dan sebuah kekhawatiran tiba-tiba saja muncul, jika hal ini tidak segera dituliskan takutnya banyak lagi kawan-kawan pokja pengadaan yang akan mudah dijebak. Dijebak atau terjebak aturan dan kebiasaan. Meski ini hanyalah soal administratif namun saat ini administratif mudah sekali dipidanakan. Maka mengalah lah roman Markemblung dan Mayzaida oleh pengadaan barang/jasa. Berikut BBM mengusik hati tersebut. “Bang, ne ada kasus baru bagi kami. Mengenai Pasal 25. Pada isian kualifikasi rekanan tidak mengisi PPh pasal 25. Tetapi ruupanya ada aturan dr Kantor Pakja bahwa perusahaan yg memiliki omset dbawah 4,8m membayar Pajak sesuai pasal 4 ayat 2. Nah yg jd masalah mereka tdk mengisi pasal 4 ayat 2 tsb sbg pengganti pph pasal 25, krn menurut mereka tdk diminta dlm dokumen. Kami gugurkan. Disanggah bang. Menurut abang bgmn..?”     Tersadar bahwa aturan pajak adalah aturan yang nomer wahid dalam perubahan. Ibarat iklan kendaraan bermotor “perubahan tiada henti“. Maka pastilah peraturan pengadaan juga akan terpengaruh akibat perubahan peraturan perpajakan ini. Pajak pasal 4 ayat 2 adalah bagian dari Peraturan Pemerintah nomor 46 tahun 2013 tentang Pajak Penghasilan Atas Penghasilan Dari Usaha Yang Diterima Atau Diperoleh Wajib Pajak Yang Memiliki Peredaran Bruto Tertentu. Berdasarkan Leaflet PP...

Read More

Jadi PPK harus Sakti Mandraguna

(Tribute to : Guskun yang Kini Menghuni Rutan Medaeng, Surabaya)  Rapat Kerja Nasional Pusat Kajian Pengadaan Barang/Jasa Indonesia (P3I) di Ubud, Bali selain menghasilkan program kerja dan spirit baru bagi organisasi, ternyata juga menyisakan kenangan menyedihkan. Menyedihkan karena tepat sehari setelah berakhir rakernas P3I, ketakutan yang sama-sama dirasakan oleh seluruh anggota P3I menjadi nyata. Tepat tanggal 4 Maret 2014 salah seorang anggota dewan pendiri P3I harus pasrah digiring ke dalam penjara, setelah beberapa lama menyandang status tersangka. Ya,  Agus Kuncoro atau lebih dikenal dengan panggilan Guskun kini menghuni rumah tahanan Medaeng, Surabaya.     Sontak peristiwa ini mengingatkan saya pada percakapan...

Read More

Ikuti Blog Saya via Email

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 306 other subscribers