Apa Perlu Jaminan dalam Pengadaan?

Artikel ini boleh dibilang sekuel dari artikel Apa Perlunya Jaminan Penawaran Asli yang dipancing Kang Heldi melalui artikel Jaminan Penawaran L-4 (Kalrifikasi Lagi… Lagi… Lagi & Lagi…) . Ini tidak lain dari sebuah upaya value analysis dan value engineering dari sebuah proses pengadaan untuk menuju hal yang lebih baik. Seperti yang telah terjelaskan dalam artikel Apa Perlunya Jaminan Penawaran Asli, jaminan dalam pengadaan adalah surety kemudian sertifikatnya dinamakan surety bond. Dan sifat jaminannya adalah assurance. Kapan sebuah proses pengadaan memerlukan surety bond atau mudahnya kita sebut surat jaminan? Jawaban yang didapat pastilah seluruh proses pengadaan. Karena dalam P54/2010 menyebutkan dengan tegas tentang jaminan. Pada proses pemilihan penyedia ada yang disebut jaminan penawaran. Pada proses kontrak ada jaminan pelaksanaan dan/atau jaminan uang muka. Pada proses handover ada jaminan pemeliharaan. Namun pertanyaan mendasarnya adalah apakah semua pengadaan barang/jasa non konsultansi memerlukan jaminan? Ternyata jawabannya dalam tujuan ideal proses pengadaan yang baik adalah tidak. Semakin minimal jaminan yang ada dalam proses pengadaan menandakan sistem pengadaan barang/jasa semakin baik. Artinya resiko-resiko yang melingkupi proses pengadaan seperti resiko penyedia mengundurkan diri pada saat memasukkan penawaran, resiko wanpretasi dalam pelaksanaan, handover maupun pemeliharaan semakin kecil. Mungkinkah hal ini terjadi, khususnya di Indonesia? Jawabnya mungkin saja karena semestinya kondisi ideal inilah yang harus selalu menjadi misi perbaikan sistem pengadaan. Perbaikan yang urgen dilakukan saat ini adalah perbaikan sistem sourcing baik itu supplier ataupun product/service sourcing. Dengan...

Read More