Month: November 2011

Pengadaan Kertas itu Strategis Jilid II

    Artikel “Pengadaan Kertas itu Strategis” memancing banyak tanggapan berharga. Kritikan, dukungan, masukan bahkan pesimisme menjadi pemacu semangat untuk dapat menawarkan konsep sederhana ini.     Dari semua tanggapan, yang perlu dipertegas adalah artikel “Pengadaan Kertas itu Strategis” bukan untuk menawarkan pendirian pabrik kertas ansich, lebih dari itu untuk menunjukkan bahwa apa yang kita anggap sederhana, kecil dan tidak strategis akan menjadi strategis ketika dikonsolidasikan. Dalam proses pengadaan barang/jasa pemerintah, sekecil apapun nilainya amatlah berharga. Walah hanya satu rupiah saja yang kita ambil dari APBN/D, harus dipertanggungjawabkan nilai manfaatnya. Ini bukan masalah berapa harga yang kita hemat, tapi berapa biaya yang bisa kita efisienkan (silakan lihat artikel : Pembangunan terjebak harga). Sejatinya sumber dana itu dari pajak dan pajak itu berasal dari uang rakyat yang harus kembali untuk kesejahteraan rakyat. Utopis memang, tapi itulah seharusnya. Strategis Untuk Kelestarian Hutan Dari sebuah ide sederhana mengalir masukan yang tidak bisa dianggap sederhana. Ide tentang kertas dan pabrik kertas diperdalam menjadi kertas dan pelestarian hutan dan lingkungan hidup. Sentilan sederhana namun berharga, “Setuju pengadaan kertas strategis, tapi lebih strategis hutannya”. Ya, sangat sepakat! Betapa kondisi hutan kita menjadi sangat kritis karena selama ini kita tidak peduli tentang hal-hal kecil yang menggerus hutan. Kertas salah satunya! Bahan baku kertas berasal dari Pulp. Pulp berasal dari serat kayu maupun non kayu. Sebagian besar pulp Indonesia berasal dari kayu. Mengutip data yang dikemukakan E.G. Togu Manurung dan Hendrikus...

Read More

Pengadaan Kertas itu Strategis

    Beberapa hari ini saya tergelitik dengan beberapa pertanyaan terkait peran pengadaan bagi kesejahteraan. Mafhumnya aktivitas pembangunan adalah sebuah usaha sistematis dalam rangka mencapai visi tercapainya kesejahteraan bangsa. Pengadaan barang/jasa pun tidak bisa melepaskan dirinya sebagai salah satu sub sistem pembangunan yang mendukung tercapainya visi besar tersebut. Hanya saja memang image pengadaan barang/jasa sudah kadung dilekati oleh beberapa pesimisme yang mengakar. Terutama soal korupsi, kolusi dan nepotisme yang terang saja akut menghinggapi negara kita. Dari data laporan tahun Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tahun 2010 saja, pengadaan barang/jasa pemerintah mengambil porsi hampir 44% lebih sebagai ladang korupsi. Kondisi ini adalah kondisi riil yang dihadapi oleh seluruh entitas pengadaan. Namun sebaliknya apabila kita berpikir positif angka yang disampaikan oleh KPK ini justru menunjukkan hal yang prospektif. Artinya dalam upaya pencapaian kesejahteraan pengadaan barang/jasa pemerintah memiliki peranan sebesar 44%. Apabila 44% kasus korupsi pengadaan dapat dikurangi maka masalah korupsi negara ini juga akan berkurang. Peluang bagi entitas pengadaan, bahwa telah dibuka ladang pengabdian dan prestasi yang amat luas dan berarti bagi bangsa ini. Perbaikan sekecil apapun akan sangat berarti. Sebagai gambaran bahwa perbaikan yang dianggap kecil dapat berdampak besar. Kita ambil sampel pengadaan kertas. Atau kita perkecil lagi pengadaan kertas houtvrij schrijfpapier atau HVS. Selama ini pengadaan kertas HVS dilakukan dengan metode pengadaan langsung atau sering juga diklaim pembelian langsung. Artinya pembelian langsung ke toko eceran, karena diyakini volume pembelian sangat kecil, sederhana...

Read More

Ikuti Blog Saya via Email

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 306 other subscribers