Month: August 2011

Materi Dasar Seni Memilih Metode Pengadaan

Pengadaan barang/jasa pada adalah proses memilih barang/jasa dan penyedianya. Pembahasan tentang barang/jasa dan penyedia secara mendasar telah dibahas pada bagian terdahulu. Hal yang sangat penting kemudian adalah menetapkan metode pengadaan barang/jasa yang sesuai untuk mendapatkan barang/jasa yang dibutuhkan. Beberapa ahli pengadaan mengatakan bahwa penerapan metode pengadaan ibarat pekerjaan seniman. Perlu kepekaan dan pemahaman yang mendalam dalam menerapkan metode pengadaan pada suatu jenis barang/jasa yang dibutuhkan. Konstruksi metode pengadaan Perpres 54 tahun 2010 secara sederhana selain dibangun dalam skala kompleksitas juga disusun berdasar prinsip dan kebijakan. Ada 7 prinsip pengadaan dan 12 kebijakan yang harus dipegang dalam proses pengadaan barang/jasa pemerintah menurut Perpres 54 tahun 2010. Prinsip pengadaan tersebut adalah efektif, efisien, terbuka, transparan, bersaing, adil tidak diskriminatif dan akuntable. Secara prinsip proses pengadaan harus memenuhi ke tujuh item ini. Hanya saja ada kebijakan-kebijakan tertentu yang kemudian akan mereduksi secara terkontrol di masing-masing prinsip. Sebelum lebih jauh membahas tentang metode akan lebih elok kalau kita mengenal pola yang dibangun dalam Perpres 54 tahun 2010 terkait metode. Dari yang paling awal pelaksanaan pengadaan terdiri dari swakelola dan melalui penyedia. Swakelola terdiri dari tiga metode atau tipe. Melalui penyedia terdiri dari metode pemilihan. Dalam metode pemilihan terdapat metode penyampaian penawaran. Kemudian akan kita bahas juga tentang metode evaluasi yang dibagi berdasarkan kompleksitas barang/jasanya. Ulasan mengenai essensi swakelola dapat dilihat pada artikel “Spirit Swakelola” namun untuk metode teknis swakelola lebih tepatnya dibahas pada...

Read More

Barang/Jasa dan Penyedia

Dalam opini “Mendefinisikan Barang/Jasa dalam Pengadaan” telah disinggung tentang skala kompleksitas. Skala kompleksitas ini diukur dari seberapa besar penilaian yang dilakukan dalam upaya mendapatkan barang/jasa yang sesuai dengan “needs” kita. Berbicara ukuran terhadap “needs” kita akan kembali kepada pembahasan artikel “Want dan Need dalam Pengadaan Barang/Jasa” dan juga “Pembangunan Terjebak Harga“. Ukuran terhadap “needs” harus beerdasarkan komponen “cost” yaitu kualitas, waktu dan harga ditambah dua komponen lagi yaitu tempat dan kuantitas. Kuantitas, kualitas, waktu, tempat dan harga akan menentukan seberapa kompleks proses yang harus dilakukan dalam mendapatkan barang/jasa. Ambil contoh komponen kuantitas. Ketika kita hanya membutuhkan 10 rim kertas...

Read More

Mendefinisikan Barang/Jasa dalam Pengadaan

Menjadi menarik membahas filosofi dasar pengadaan barang/jasa dalam rangka memperjelas sudut pandang dan pemahaman terhadap prosesnya. Pada dua tulisan terdahulu saya mencoba membahas dua essensi penting yaitu tentang Wants dan Needs kemudian Prices dan Cost. Mungkin untuk memperjelas dapat di reply bahwa Pengadaan Barang/Jasa idealnya didasarkan pada Needs bukan berdasarkan Want. Dengan landasan ini dari sisi penilaian tentu akan lebih tepat menggunakan indikator Cost bukan Price. Pada prinsipnya kegiatan pengadaan barang/jasa terdiri dari perkalian antara harga satuan dan volume kemudian disandingkan dengan sasaran yang mau dicapai. Jadi dapat kita ambil satu benang merah bahwa harga satuan dikalikan volume bertujuan mencari barang/jasa sedangkan sasaran bertujuan mencapai needs yang telah ditetapkan. Barang dan Jasa mempunyai definisi dan pengertian tersendiri, dimana hal ini tercantum dengan sangat jelas dalam Perpres 54 tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah. Barang adalah setiap benda baik berwujud maupun tidak berwujud, bergerak maupun tidak bergerak, yang dapat diperdagangkan, dipakai, dipergunakan atau dimanfaatkan oleh Pengguna Barang. Kemudian terkait jasa Perpres 54 mengklasifikasikan kedalam 3 term utama yaitu, Konstruksi adalah seluruh pekerjaan yang berhubungan dengan tindakan pelaksanaan konstruksi bangunan atau pembuatan wujud fisik lainnya. Jasa Lainnya adalah Jasa yang membutuhkan kemampuan tertentu yang mengutamakan keterampilan (skillware) dalam suatu sistem tata kelola yang telah dikenal luas di dunia usaha untuk menyelesaikan suatu pekerjaan dan/atau penyediaan jasa selain Jasa Konsultansi, pelaksanaan pekerjaan Konstruksi dan pengadaan barang. Dan Jasa Konsultan sebagai jasa layanan...

Read More

Ikuti Blog Saya via Email

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 5,768 other subscribers

Events


Arsip